albumbaru.com — Guys, siapa di sini yang nggak bisa lepas dari Netflix? Well, ada yang lagi trending banget nih di platform tersebut, yaitu Agent Kim Reactivated. Tapi, ada satu hal yang bikin drakor ini beda dari yang lain: penggunaan Artificial Intelligence (AI) buat produksi adegan aksi mereka.
FYI, meskipun serial ini tayang di Netflix, produksinya digarap langsung oleh SBS dan Studio S. Mereka berani banget bereksperimen dengan menggunakan AI untuk membuat adegan aksi selama tiga menit yang krusial banget buat alur ceritanya.
Biasanya, adegan epic kayak ledakan gedung, kejar-kejaran mobil di tengah salju, sampai aksi bawah air, butuh biaya produksi selangit dan waktu syuting berbulan-bulan. Tapi lewat bantuan AI (khususnya platform bernama AICRON), SBS berhasil menekan biaya produksi hingga 60% tanpa mengorbankan kualitas visualnya. Hasilnya? Tetap aesthetic dan mind-blowing!
CEO Studio S, Hong Sung-chang, bilang kalau mereka bakal makin sering pakai AI ke depannya. Tapi tenang, mereka tetap transparan, kok. Ada disclaimer atau caption di layar tiap kali ada elemen AI yang dipakai, jadi penonton nggak bakal ngerasa “terjebak”.
Masih Menjadi Perdebatan
Memang sih, penggunaan AI di industri kreatif sering jadi perdebatan—soal hak cipta atau kekhawatiran kreativitas manusia bakal digantiin. Tapi, pihak produksi ngelihat AI sebagai “senjata rahasia” buat mewujudkan imajinasi sutradara yang dulu susah banget direalisasikan karena keterbatasan bujet.
View this post on Instagram
So, apa ini berarti “sentuhan manusia” bakal ilang? Nope! Teknologi ini justru jadi partner buat para kreator biar lebih leluasa berkreasi. AI-nya yang ngerjain hal-hal teknis yang berat, sementara emosi dan storytelling tetap di tangan manusia.
At the end of the day, dunia hiburan Korea sekali lagi ngebuktiin kalau mereka selalu up-to-date sama tren teknologi. Agent Kim Reactivated bukan cuma sekadar drakor aksi biasa, tapi juga jadi case study penting buat masa depan industri televisi global.
Gimana menurut kalian setelah tahu fakta ini? Apakah adegan aksi AI tadi kelihatan natural, atau masih kerasa “janggal”? Share di medsos kamu yah guys! (ymn/Berbagai Sumber)
