albumbaru.com — Ada sesuatu yang nyaris tidak dibuat-buat dalam musik dan lirik lagu Bernadya. Ia tidak berusaha membuat patah hati terdengar indah. Ia membiarkannya terdengar seperti apa adanya: canggung, melelahkan, dan kadang menyebalkan.
Patah Hati Tanpa Filter
Kekuatan Bernadya terletak pada keberaniannya membicarakan hal yang sebenarnya sangat biasa: hubungan yang berakhir, seseorang yang pergi, dan proses menerima bahwa hidup tetap berjalan.
Album Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan (2024) dibangun dari delapan lagu yang terasa seperti satu rangkaian emosi. Ada “Kata Mereka Ini Berlebihan”, “Kita Kubur Sampai Mati”, “Kini Mereka Tahu”, sampai “Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan”.
Judul albumnya sendiri sudah seperti sebuah kalimat yang diketik seseorang setelah hari yang buruk.
View this post on Instagram
Namun justru di situlah kecerdasan songwriting-nya. Bernadya tidak membuat patah hati menjadi sesuatu yang terlalu romantis. Ia memperlihatkan sisi yang lebih banal dan manusiawi.
“Kata Mereka Ini Berlebihan” misalnya, terasa seperti percakapan yang seharusnya tidak pernah menjadi lagu—dan justru itulah yang membuatnya efektif.
Ketika Pop Terasa Sangat Dekat
Secara produksi, musik Bernadya tidak membutuhkan lapisan yang berlebihan untuk menyampaikan emosi. Vokal menjadi pusat cerita, sementara aransemen bekerja seperti latar belakang yang menjaga suasana.
Dalam “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan”, Petra Sihombing menangani produksi dan turut menulis bersama Bernadya.
View this post on Instagram
Pendekatan ini cocok dengan karakter vokal Bernadya yang tidak terdengar seperti sedang mencoba mengesankan siapa pun. Ada sedikit ketidaksempurnaan yang justru membuat rekamannya terasa dekat.
Di era ketika musik semakin mudah dipotong menjadi potongan pendek untuk media sosial, Bernadya menemukan sesuatu yang lebih sulit: identitas.
Pendengarnya tidak hanya datang untuk satu lagu patah hati. Mereka datang karena merasa pengalaman mereka punya bahasa.
Dan mungkin itu alasan terbesar musik Bernadya bekerja. Ia tidak menyuruh pendengarnya untuk segera sembuh. Ia hanya berkata, kurang lebih, bahwa besok tetap datang meskipun kita belum siap menghadapinya. (ymn/Berbagai Sumber)
