Sejarah Musik Jazz Berawal dari Masyarakat Afro-Amerika

Sejarah Musik Jazz

AlbumBaru.Com — Sejarah musik jazz tidak bisa lepas dari peran masyarakat kulit hitam Amerika pada akhir abad 19, untuk mengekspresikan ketidakadilan. Simak ulasannya di sini!

Musik Jazz yang lahir pada awal abad ke-20 di Amerika Serikat merupakan produk masyarakat Afro-Amerika. Musik yang kaya akan improvisasi ini merupakan gabungan struktur harmoni musik klasik Eropa dengan ritme-ritme bernuansa Afrika. 

Lahirnya musik jazz sejak di awal abad 20 memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan dan penyebarluasan musik secara umum. Dalam sejarah musik jazz, musik yang awalnya hanya mengandalkan improvisasi ini secara bertahap berkembang menjadi lebih harmonis dengan memasukkan unsur-unsur baru, seperti komposisi, aransemen, dan ansambel.

Awal Mula Jazz (1800)

Pada awalnya, di akhir tahun 1800-an, genre music blues lahir dan merebak di Amerika Serikat bagian selatan. Musik tersebut dimanfaatkan oleh penduduk Afrika–Amerika—yang saat itu dijadikan budak—untuk mengekspresikan kesedihan dan ketidakadilan yang mereka alami. Musik blues inilah yang pada akhirnya menjadi dasar dari lahirnya musik jazz.

Selain Blues, Ragtime juga merupakan aliran musik yang mulai dikenal pada akhir tahun 1800-an. Berbeda dengan dengan jazz, Ragtime lebih memiliki kemiripan dengan musik klasik. Salah satu komposer terkenal ragtime adalah Scott Joplin.

Perkembangan Jazz (1910 – 1925)

New Orleans, Amerika Serikat, adalah tempat dimana jazz diciptakan dan mengalami perkembangan. Meskipun tidak banyak alat musik yang dapat diakses oleh orang Afrika–Amerika di sekitar tahun 1910 hingga 1915, ansambel beraliran musik jazz mulai terbentuk. 

Satu dekade kemudian, ansambel New Orleans jazz berkembang dan menciptakan improvisasi solo dalam musiknya. Para musisi jazz pun mulai berpindah tempat hingga kota New York.

Kejayaan Swing (1930)

Pada tahun 1930-an, musik swing yang menggunakan ritme jazz dasar mulai dikenal oleh masyarakat luas. Swing pertama kali hadir saat The Great Depression melanda Amerika Serikat. Aliran musik penuh ritmik ini mampu membangkitkan optimisme dan mengangkat semangat masyarakat Amerika Serikat pada saat itu.  

Salah satu musisi yang dianggap berpengaruh pada era swing adalah Louis Armstrong. Dialah yang mengajarkan dunia tentang aliran swing. Salah satu rekamannya yang terkenal berjudul “West End Blues”. Pada tahun 1940-an, dia membuat sebuah grup jazz bergaya New Orleans bernama Armstrong All-Stars.

Musik jazz telah melahirkan sejumlah musisi jazz legendaris. Di antaranya Miles Davis, John Coltrane, Dixie Gillespie, Bill Evans, Duke Ellington, Jaco Pastorius, Chick Corea, Pat Metheny, Keith Jarrett, dan masih banyak lagi. Info lengkap tentang musisi-musisi jazz ini akan kami hadirkan di artikel selanjutnya.

Perkembangan jazz dari masa ke masa membuat aliran musik ini tak hanya diminati di mancanegara tetapi juga di Indonesia. Hal ini terbukti dengan banyaknya festival jazz tahunan yang diadakan, seperti Jakarta International Java Jazz Festival, Solo City Jazz, Ramadhan Jazz Festival, hingga event jazz lainnya seperti Jazz Goes to Campus.

Demikian ulasan singkat tentang  sejarah musik jazz. Dalam perkembangannya, terdapat aliran lain seperti Jazz Fusion, Latin Jazz, Hard Bob,  Bossanova,  Big Band dengan tokoh Duke Ellington yang dijuluki “The Master Composer”, hingga Acid Jazz (ymn/Berbagai Sumber/Foto: Pexels)

Baca juga: 50 Koleksi Lagu Jazz Terbaik Sepanjang Masa

Share ke teman kamu: