Cerita tentang God Bless, Legenda Musik Rock Indonesia

Cerita Tentang God Bless

AlbumBaru.Com — Kelompok musik God Bless telah melalui sejarah yang cukup panjang. Pada tahun 2019 ini,  God Bless genap berusia 46 tahun. God Bless, yang dibentuk pada tahun 1973, telah menjadi legenda musik rock Indonesia, yang tetap eksis hingga kini.

Bagaimana cerita perjalanan God Bless, suka dukanya, gonta-ganti personil, hingga konflik internal di antara mereka? Melalui official channel-nya di platform YouTube, wartawan musik senior, Denny MR, membahasnya secara lengkap dalam video  dokumenter eksklusif, Journey of God Bless.

Formasi terakhir God Bless pada saat ini adalah: Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah Gagola (bas), Abadi Soesman (keyboard), dan Fajar Satritama (drum). Album yang telah dirilis, di antaranya God Bless (1975), Cermin (1982), Semut Hitam (1988), Raksasa (1989), Apa Kabar (1997), 36Th (2009), Cermin 7 (2017), dan tiga buah album kompilasi.

Lima video tentang God Bless ini sangat menarik untuk disimak. Banyak cerita eksklusif, yang hanya dapat ditemukan di video ini. Mulai dari terbentuknya God Bless, bagaimana Eet Sjahranie diminta untuk menggantikan posisi Ian Antono, hingga kisah pembuatan album Cermin.

Semoga kisah tentang God Bless, dapat menjadi pelajaran berharga bagi musisi-musisi muda yang sedang membangun karir di industri musik Indonesia. Salut untuk Denny MR untuk idealisme, dan kerja kerasnya menghadirkan Journey of God Bless! (ymn/Foto: Instagram @godblessrocks)

Video Journey of God Bless

Episode 1 —  Episode ini membahas tentang album Cermin (1982), yang menjadi simbol perlawanan personil God Bless, terhadap dominasi musik pop pada era ’80-an. Juga tentang kegalauan mereka sebagai musisi, dan kondisi sosial yang melatari kelahiran lagu-lagu mereka.

Episode 2 (Bagian Pertama) —  Di episode ini, Achmad Albar bercerita tentang kecelakaan tragis di daerah Pancoran, yang menewaskan Fuad Hasan (drummer) dan Soman Lubis (keyboard). Juga tentang terbentuknya God Bless, proses pembuatan album pertama, berburu kostum panggung, hingga insiden yang membuat God Bless menolak tampil di hari pertama konser Deep Purple di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Episode 2 (Bagian Kedua) — Bagian ini mengulas tentang promotor, yang sering menjadikan media cetak sebagai ajang menciptakan psywar untuk menjaring penonton. God Bless akhirnya menjadi korban sabotase. Simak juga, bagaimana massa menyerbu sebuah hotel di Yogyakarta,  tempat Achmad Albar dan rombongan menginap. Lalu, tentang siapa perancang kostum glam rock God Bless, hingga kedatangan Deep Purple, yang melahirkan revolusi di panggung rock Indonesia.

Episode 3 — Pada episode ini, Denny MR mewawancarai Eet Sjahranie, tentang bagaimana keterlibatannya di God Bless, lagu Ian Antono yang dipelajarinya saat masih di Kalimantan, kisah pelemparan batu saat manggung di Malang, hingga cerita tentang bagaimana Eet direkrut menjadi gitaris God Bless menggantikan Ian Antono. Cerita lainnya adalah tentang pembuatan album Raksasa (1989), dan peran Eet di album tersebut. Juga tentang Achmad Albar yang gagal mempertahankan God Bless, formasi double guitar.

Episode 4 — Selama 14 tahun, sejak dibentuk pada 1973, kehidupan personil God Bless tak kunjung makmur. Bagaimana mereka tetap bertahan? Episode ini membahas tentang album Semut Hitam (1988), yang merupakan album tersukses God Bless. Di album ini, Jockie kembali hadir. Ian Antono lalu mengundurkan diri, padahal ketika itu God Bless sedang berada di puncak popularitas. (Updated: 28/9/2019)

Baca juga: 15 Koleksi Lagu Terbaik God Bless dan  subscribe channel YouTube Denny MR Official