AlbumBaru.ComAlbumBaru.ComAlbumBaru.Com
  • HOME
  • MUSIC
    • ALBUM ESSENTIALS
    • ARTISTS INSIGHT
    • MUSIC TODAY
    • LIRIK & LAGU TERBAIK
    • MUSIC FAQ
    • PLANET JAZZ
    • PLAYLISTS
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • SMART TECH
  • CULTURE
    • HOW-TO
    • MINDSPACE
    • MOVIES
    • TRENDS
Notification Show More
AlbumBaru.ComAlbumBaru.Com
Search
  • HOME
  • MUSIC
    • ALBUM ESSENTIALS
    • ARTISTS INSIGHT
    • MUSIC TODAY
    • LIRIK & LAGU TERBAIK
    • MUSIC FAQ
    • PLANET JAZZ
    • PLAYLISTS
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • SMART TECH
  • CULTURE
    • HOW-TO
    • MINDSPACE
    • MOVIES
    • TRENDS
Follow US
© Copyrights 2026 AlbumBaru.Com. All Rights Reserved.
AlbumBaru.Com > Culture > Mindspace > Quiet Quitting Bukan Malas: Sinyal Mental yang Sering Disalahpahami
Mindspace

Quiet Quitting Bukan Malas: Sinyal Mental yang Sering Disalahpahami

Fenomena quiet quitting sering dianggap sebagai kemalasan generasi muda.

albumbaru.com
Last updated: May 9, 2026 10:58 pm
albumbaru.com
Share
2 Min Read
Quiet Quitting
Ilustrasi Gen Z | Foto: Tima Miroshnichenko/Pexels
SHARE

albumbaru.com — Beberapa tahun terakhir, istilah quiet quitting menjadi perdebatan besar di media sosial. Banyak yang menganggap fenomena ini sebagai tanda bahwa Gen Z dan milenial malas bekerja. Namun kenyataannya jauh lebih kompleks.

Quiet quitting bukan berarti berhenti bekerja. Istilah ini menggambarkan kondisi ketika seseorang tetap menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya, tetapi tidak lagi memberikan energi ekstra di luar batas pekerjaan.

Fenomena ini muncul sebagai respons terhadap budaya hustle culture yang selama bertahun-tahun menganggap kerja berlebihan sebagai simbol kesuksesan. Lembur terus-menerus, selalu tersedia untuk pekerjaan, dan mengorbankan kehidupan pribadi sering kali dianggap normal.

Padahal, secara psikologis, tubuh dan pikiran manusia memiliki batas energi emosional. Ketika tekanan berlangsung terlalu lama tanpa keseimbangan yang sehat, seseorang bisa mengalami burnout.

Dalam kondisi tersebut, quiet quitting sering menjadi bentuk perlindungan diri. Seseorang mulai menarik kembali energinya agar tidak terkuras habis oleh pekerjaan yang terus menuntut.

Selain itu, banyak generasi muda mulai mempertanyakan hubungan antara produktivitas dan identitas diri. Mereka tidak lagi ingin hidup hanya untuk bekerja, tetapi mencari keseimbangan antara karier, kesehatan mental, dan kehidupan pribadi.

Secara psikologis, kondisi ini juga berkaitan dengan hilangnya intrinsic motivation. Ketika pekerjaan tidak lagi memberikan rasa berkembang atau bermakna, energi emosional akan menurun secara alami.

Di sisi lain, perusahaan modern mulai menyadari bahwa produktivitas jangka panjang tidak bisa dibangun hanya dengan tekanan. Lingkungan kerja yang sehat justru lahir dari rasa aman, penghargaan, dan keterlibatan yang seimbang.

Pada akhirnya, quiet quitting bukan tentang menolak kerja keras, tetapi tentang menolak hidup yang sepenuhnya dikendalikan oleh pekerjaan. Kalo kamu gimana? (ymn/Berbagai Sumber)

Share Juga dong, di Sosmed Kamu:
TAGGED:CareerMental HealthPsychologyQuiet QuittingWork Life Balance
SOURCES:Berbagai SumberTima Miroshnichenko
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Previous Article Retro Bruno Mars dan Identitas Retro yang Tetap Relevan Hingga Kini
Next Article Hindia Hindia: Ketika Musik Terdengar Seperti Isi Kepala Sendiri
BIMMMCA - Bimmer Connected Audiences

Search

Artikel Terbaru

View All
FOMO
FOMO Membuat Kita Terus Mencari Lagu Baru yang Sedang Viral
September 16, 2026
Mendengarkan Musik
Kenapa Banyak Orang Mendengarkan Musik Saat Bekerja atau Belajar
September 7, 2026
adidas Originals
JENNIE Jadi Co-Designer adidas Originals, Hadirkan Koleksi Pertama FW26
September 2, 2026
Overthinking Loop
Overthinking Loop: Kenapa Otak Kita Suka Mengulang Hal yang Sama
September 2, 2026
Musik MALIQ & D’Essentials
Apa yang Membuat Musik MALIQ & D’Essentials Mudah Disukai?
August 31, 2026
Dopamine Detox
Dopamine Detox: Cara Reset Otak di Era Scroll Tanpa Henti
August 24, 2026
Apa Itu Royalti Musik
Apa Itu Royalti Musik dan Siapa yang Menerimanya?
August 18, 2026
Album Pop Paling Ikonik
Mengapa Thriller Tetap Jadi Album Pop Paling Ikonik?
August 18, 2026

Follow Us

FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
LinkedInFollow

MUSIC

Apa itu Auto-Tune
Music FAQ

Apa Itu Auto-Tune dan Apakah Semua Penyanyi Menggunakannya?

Petal
Music Today

Ariana Grande Tampil Lebih Berani di Album Terbarunya, Petal (2026)

LIFESTYLE

Raisa vs Selena Gomez
Fashion

Raisa vs Selena Gomez: Gaya Fashion Quiet Luxury dan Effortless Chic

Legenda
Fashion

Gaya Fashion Michael Jackson yang Menjadi Legenda

CULTURE

Berdurasi Pendek
Trends

Kenapa Lagu Berdurasi Pendek Lebih Mudah Viral di Era Streaming?

Agent Kim Reactivated
Movies

Serial Agent Kim Reactivated Gunakan AI dalam Adegan Aksinya

Situs musik Indonesia terlengkap. Info album terbaru, Playlists Terbaik, Lirik Lagu, Video Musik, How-To, Gadget, Planet Jazz, hingga Lifestyle.

KETENTUAN

  • PRIVACY POLICY
  • TERMS OF USE
  • DISCLAIMER

MORE INFO

  • ABOUT US
  • ADVERTISING
  • CONTACT US
AlbumBaru.ComAlbumBaru.Com
Follow US
© 2026 AlbumBaru.Com | All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?