albumbaru.com — Ada musisi yang menulis lagu untuk didengar. Tapi Hindia, alias Daniel Baskara Putra, terdengar seperti menulis untuk dipahami. Itu yang membuat banyak orang merasa dekat dengan musiknya, bahkan sejak pertama kali mendengar “Secukupnya”.
Lagu itu bukan tentang cinta besar atau drama berlebihan. Justru sebaliknya—tentang rasa lelah, takut gagal, dan mencoba bertahan. Dan mungkin karena terasa jujur, banyak orang langsung merasa relate.
Pendekatan seperti itu terus muncul di lagu-lagu lain. “Evaluasi” terdengar seperti obrolan dengan diri sendiri di malam hari, sementara “Rumah ke Rumah” membahas hubungan dengan cara yang lebih realistis dan dewasa. Tidak semuanya manis, dan Hindia tidak mencoba membuatnya terlihat sempurna.
Yang menarik, Baskara selalu terdengar seperti seseorang yang sedang berpikir keras, bukan seseorang yang merasa paling benar. Bahkan di lagu seperti “Besok Mungkin Kita Sampai”, ada rasa rapuh yang sengaja dibiarkan tetap ada.
Musiknya juga mendukung atmosfer itu. Produksinya sering terasa tenang, kadang minimalis, memberi ruang besar untuk lirik dan emosi bekerja sendiri. Hindia tidak banyak memakai gimmick besar, karena kekuatan utamanya memang ada di cerita.
Di luar proyek solo, keterlibatannya di .Feast dan Lomba Sihir juga memperlihatkan sisi lain dari dirinya. Kadang lebih keras, kadang lebih eksperimental, tapi tetap punya pola pikir yang sama: jujur dan reflektif.
Mungkin itu sebabnya Hindia terasa penting untuk banyak pendengar hari ini. Musiknya tidak menawarkan jawaban sempurna. Tapi setidaknya, ada perasaan bahwa kamu tidak sendirian saat mendengarkannya.(apn/Berbagai Sumber)
